Beranda » Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Wearpack Lapangan yang Tepat

Fashion

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Wearpack Lapangan yang Tepat

Fashion

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Wearpack Lapangan yang Tepat

Daftar Isi

Pernah nggak, baru beberapa jam pakai wearpack sudah mulai gerah? Pas jongkok terasa ketarik, pas tangan diangkat bagian ketiak ikut narik, atau baru beberapa kali dipakai jahitannya mulai kelihatan mau menyerah?

Hal-hal seperti ini kelihatannya sepele. Tapi kalau wearpack dipakai setiap hari, apalagi untuk kerja di lapangan, rasa tidak nyaman sedikit saja bisa terasa sepanjang hari.

Masalahnya, banyak orang ketika membeli wearpack hanya melihat model, warna, dan harga. Kalau kelihatan tebal dan harganya murah, langsung dianggap bagus.

Padahal belum tentu.

Wearpack yang cocok untuk pekerja bengkel belum tentu cocok untuk pekerja proyek. Begitu juga bahan yang nyaman dipakai di dalam ruangan belum tentu enak dipakai seharian di bawah matahari.

Jadi sebelum pesan satu tim sekaligus, lebih baik kenali dulu kebutuhan sebenarnya. Kita bahas dari hal yang paling sering bikin orang salah pilih.

Wearpack

1. Jangan Menganggap Semakin Tebal Berarti Semakin Bagus

Ini salah satu anggapan yang cukup sering ditemui.

Kain tebal memang bisa terasa lebih kokoh. Tapi coba bayangkan kalau wearpack tersebut dipakai dari pagi sampai sore di area yang panas. Kalau bahannya terlalu berat dan sirkulasi udaranya kurang baik, yang ada baru beberapa jam sudah keringatan.

Jadi jangan cuma bertanya:

“Bahannya tebal nggak?”

Lebih penting bertanya:

“Wearpack ini nantinya dipakai buat kerja apa dan di mana?”

Untuk kebutuhan kerja harian, bahan drill atau twill sering menjadi pilihan karena karakter kainnya cukup kuat dan tersedia dalam berbagai tingkat ketebalan.

Kalau aktivitasnya lebih banyak di lapangan dan membutuhkan bahan dengan struktur yang lebih tahan terhadap risiko robek, ripstop bisa dipertimbangkan. Ciri khasnya mudah dikenali dari pola kotak-kotak pada permukaan kain.

Sedangkan untuk kondisi kerja yang panas, bahan dengan kandungan cotton bisa menjadi salah satu pilihan karena biasanya terasa lebih nyaman di kulit.

Intinya, jangan mencari bahan yang “paling bagus”. Cari bahan yang paling masuk akal untuk pekerjaan yang akan dilakukan.

2. Jangan Lupa, Yang Dipakai Bukan Cuma Kainnya

Ini bagian yang kadang luput ketika orang membandingkan wearpack.

Misalnya sama-sama menggunakan bahan yang bagus. Yang satu jahitannya rapi, bagian sambungan diperkuat, resletingnya bagus, dan pola dibuat dengan benar.

Yang satunya lagi? Jahitannya asal jadi.

Menurut kamu, mana yang lebih tahan lama?

Kain sebagus apa pun tetap bisa bermasalah kalau pengerjaannya kurang bagus.

Coba perhatikan bagian yang sering mendapat tekanan ketika bekerja, seperti ketiak, selangkangan, siku, lutut, dan sambungan antarbagian pakaian.

Resleting juga jangan dianggap sepele. Kalau dari awal sudah terasa seret atau kualitasnya kurang baik, biasanya masalah baru benar-benar terasa setelah beberapa kali dipakai.

Begitu juga dengan kantong.

Jangan sampai kantong dibuat banyak hanya supaya kelihatan fungsional, tetapi ketika dipakai justru mengganggu gerakan atau terasa tidak nyaman saat duduk.

3. Ukuran Wearpack Jangan Disamakan dengan Ukuran Kaos

Kalau pesan kaos, mungkin ukuran S, M, L, atau XL sudah cukup sebagai patokan.

Untuk wearpack, ceritanya sedikit berbeda.

Pekerja lapangan tidak hanya berdiri atau duduk. Ada saatnya jongkok, membungkuk, naik turun, mengangkat barang, merentangkan tangan, bahkan harus bergerak di ruang yang sempit.

Kalau ukurannya terlalu pas, bagian tertentu bisa terasa menarik ketika tubuh bergerak.

Sebaliknya, kalau terlalu longgar, pekerjaan juga bisa terasa kurang nyaman.

Karena itu, kalau membuat wearpack untuk satu tim atau perusahaan, lebih baik jangan hanya mengandalkan label ukuran.

Perhatikan juga lebar dada, panjang badan, panjang lengan, lingkar pinggang, dan panjang celana.

Kalau memungkinkan, buat sample terlebih dahulu. Coba dipakai, bergerak, jongkok, angkat tangan. Dari situ biasanya baru kelihatan apakah polanya memang nyaman atau hanya terlihat bagus ketika masih tergantung di hanger.

4. Pilih Wearpack Berdasarkan Kondisi Kerja

Sebelum menentukan bahan, coba jawab beberapa pertanyaan sederhana:

  • Dipakai di dalam ruangan atau outdoor?
  • Lingkungannya panas atau relatif sejuk?
  • Banyak debu atau kotoran?
  • Pekerja lebih banyak bergerak atau bekerja di satu tempat?
  • Dipakai setiap hari atau hanya untuk kegiatan tertentu?
  • Apakah bekerja sampai malam?
  • Apakah membutuhkan tambahan reflective tape?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar bertanya, “Bahan yang bagus apa?”

Karena pada akhirnya, bahan yang bagus untuk satu kondisi belum tentu cocok untuk kondisi lainnya.

5. Kalau untuk Perusahaan, Jangan Lupakan Identitasnya

Wearpack perusahaan biasanya bukan hanya soal pakaian kerja.

Ada identitas yang ikut dibawa.

Warna seragam bisa mengikuti warna perusahaan. Logo bisa ditempatkan di bagian dada atau lengan. Nama pekerja atau divisi juga bisa ditambahkan jika memang diperlukan.

Untuk teknik aplikasinya, bisa menggunakan bordir maupun sablon, tergantung bahan, desain, dan hasil akhir yang ingin dicapai.

Kalau pekerjanya sering berada di tempat dengan pencahayaan rendah, reflective tape juga bisa menjadi tambahan yang perlu dipertimbangkan.

Jadi dari awal sebaiknya jangan hanya menentukan:

“Mau wearpack warna biru.”

Tapi pikirkan juga bagaimana wearpack tersebut akan terlihat ketika dipakai  oleh seluruh tim.

6. Jangan Terlalu Cepat Tergiur Harga Murah

Harga memang penting. Apalagi kalau jumlahnya puluhan atau bahkan ratusan pcs.

Tapi jangan sampai karena mengejar harga paling murah, akhirnya umur pakainya juga pendek.

Misalnya harga awal memang lebih rendah, tetapi baru beberapa bulan sudah banyak yang perlu diperbaiki atau diganti. Kalau dihitung lagi, belum tentu benar-benar lebih hemat.

Untuk kebutuhan perusahaan, lebih baik melihatnya sebagai biaya penggunaan jangka panjang, bukan hanya harga beli di awal.

Bahan, jahitan, ukuran, kualitas aksesori, dan kebutuhan pemakaian semuanya perlu diperhitungkan.

Jadi, Wearpack yang Bagus Itu Seperti Apa?

Sebenarnya jawabannya sederhana.

Wearpack yang bagus bukan yang paling tebal, bukan juga yang paling mahal.

Yang bagus adalah yang sesuai dengan pekerjaan, nyaman dipakai, ukurannya tepat, pengerjaannya rapi, dan cukup kuat untuk kondisi penggunaan yang memang dihadapi.

Kalau mau membuat wearpack untuk tim atau perusahaan, jangan mulai dari pertanyaan “yang paling murah berapa?”

Mulai dari:

“Pekerjanya nanti melakukan apa, dipakai di mana, dan seperti apa kondisi kerjanya?”

Setelah itu barulah tentukan bahan, model, ukuran, warna, sampai detail seperti logo dan reflective tape.

Dengan cara seperti ini, kemungkinan salah pilih bisa jauh lebih kecil—dan yang paling penting, wearpack tersebut memang enak dipakai untuk bekerja, bukan cuma terlihat bagus ketika pertama kali dibuka dari plastik.

Dimana Beli Warpack yang bagus dan kami rekomendasikan?

Wearpack

Tidak ada satu jenis bahan yang paling sempurna untuk semua kondisi. Kuncinya ada pada kesesuaian fungsi, kenyamanan pemakai, dan durabilitas dalam jangka panjang. Kalau dipakai untuk pengadaan tim atau perusahaan, hitung juga efisiensi biaya terhadap frekuensi penggunaannya agar tidak cepat ganti baru.

[ Cek Rekomendasi Perlengkapan dan Atribut Pendukung di Sini ]

Scroll to Top