Kalau Kakak lagi ada rencana bikin kaos untuk seragam kantor, acara komunitas, atau brand sendiri, bahan pertama yang sering disarankan biasanya Cotton Combed.
Kenapa?
Bahan ini memang salah satu yang paling populer di industri konveksi. Tapi di lapangan, memilih Cotton Combed tidak cukup hanya melihat nama bahannya.
Kami sering melihat bahan yang di atas kertas namanya sama, tetapi setelah diproses hasilnya bisa berbeda. Biar tidak salah pilih, ada beberapa hal dasar yang perlu Kakak ketahui sebelum mulai produksi atau mau beli.
Apa Bedanya Cotton Combed 20s, 24s, dan 30s?
Kenapa ada banyak Nomornya sih? kalau mau lebih mengenal Nomor dari Cotton Combed bisa dilihat di penjelasan berikut
Secara umum, gambaran karakternya seperti ini:
- Cotton Combed 20s: Bahannya lebih tebal dan terasa mantap. Cocok untuk kaos model oversized, gaya streetwear, atau kaos yang membutuhkan karakter lebih tegap.
- Cotton Combed 24s: Ketebalannya sedang, tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Sering dipilih untuk seragam kantor, kaos panitia acara, atau kebutuhan komunitas.
- Cotton Combed 30s: Bahannya lebih ringan dan tipis. Banyak digunakan untuk kaos distro harian atau pakaian kasual.
Tebal atau tipisnya kain bukan penentu tunggal kualitas. Yang paling penting adalah fungsionalitas dari kaosnya.
Kaos untuk kerja outdoor di siang hari tentu punya sama atau berbeda dengan kaos yang lebih sering dipakai di ruangan ber-AC.
GSM Tinggi Tidak Selalu Berarti Kainnya Tebal
GSM (Grams per Square Meter) adalah ukuran berat kain per meter persegi. Banyak orang mengira semakin tinggi angka GSM, kainnya pasti semakin tebal.
Di lapangan, hasilnya tidak sesederhana itu. Kerapatan rajutan, jenis benang, dan proses finishing dari pabrik kain bisa membuat dua kain dengan GSM yang sama terasa berbeda ketika dipegang.
Ada kain yang angkanya tinggi tetapi terasa lemas. Ada juga kain dengan angka sedang yang justru terasa lebih padat.
Karena itu, lebih baik untuk memegang sampel kain secara langsung sebelum menentukan bahan kaos atau produksi.
Bahan Kaos dan Sablon Harus Pas
Memilih bahan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan menentukan desain dan metode sablon. Permukaan kain ikut mempengaruhi tampilan dan hasil akhir cetakan.
- Sablon DTF: Permukaan kain yang lebih rata biasanya membantu hasil transfer terlihat lebih rapi. Kain yang terlalu berbulu dapat membuat bagian tepi desain kurang bersih.
- Sablon Plastisol: Membutuhkan proses curing dengan suhu yang sesuai dengan jenis tinta dan bahan. Karakter kain serta pewarnanya juga perlu diperhatikan karena proses panas dapat memengaruhi hasil akhir.
Kalau Kakak sudah punya rancangan desain, lebih baik file tersebut ditunjukkan ke tim konveksi sejak awal. Dari situ bahan dan teknik cetaknya bisa disesuaikan dengan desain yang akan dibuat.
Mengapa Sampel Harus Dicuci Terlebih Dahulu?
Kain berbahan serat katun dapat mengalami penyusutan setelah terkena air dan proses pencucian. Besarnya perubahan ukuran dipengaruhi oleh jenis kain, konstruksi rajutan, proses finishing, sampai cara pencuciannya.
Perubahannya mungkin hanya beberapa sentimeter. Tapi kalau produksi mencapai ratusan atau ribuan pcs, selisih tersebut bisa membuat ukuran kaos terasa berbeda ketika dipakai.
Sampel kain bisa dipotong dan diukur terlebih dahulu sebelum dicuci. Setelah dicuci dan dikeringkan, ukurannya dibandingkan kembali untuk melihat perubahan yang terjadi.
Kalau terjadi penyusutan, kita dapat memperhitungkannya pada pola sebelum seluruh bahan dipotong massal.
Poin Penting Sebelum Mulai Produksi Massal
Biar proses pemesanan berjalan lebih lancar, Kakak bisa menyiapkan beberapa hal sederhana ini:
- Tentukan Penggunaan Kaos
Beri tahu apakah kaos akan dipakai untuk aktivitas lapangan, acara harian, seragam resmi, atau dijual kembali. - Pegang Sampel Kainnya
Rasakan tekstur, berat, dan karakter bahan secara langsung sebelum produksi berjalan. - Diskusikan Desain dan Sablon
Kirimkan contoh desain dan informasi jumlah warna agar teknik sablon bisa disesuaikan sejak awal. - Minta Dibuatkan Sampel Jadi
Untuk pesanan dalam jumlah banyak, satu sample unit bisa digunakan untuk mengecek ukuran, jahitan, bahan, dan hasil sablon sebelum produksi massal.
BACA JUGA : Bahan Polyester: Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangannya
Kesimpulan
Cotton Combed memang banyak digunakan untuk produksi kaos karena pilihan nomor benangnya cukup beragam dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan.
Sebelum menentukan bahan, lihat dulu kaosnya akan digunakan untuk apa. Setelah itu baru cocokkan bahan, ukuran, desain, dan teknik sablonnya.
Kalau Kakak masih bingung menentukan pilihan bahan, langsung diskusikan dengan tim komveksi. Sampaikan konsep acara, rancangan desain, jumlah pesanan, dan anggaran yang disiapkan supaya rekomendasinya bisa lebih tepat.
Tapi kalau masalah Kaos Cotton Combed Premium yang cocok tanpa ada bulu dan lebih dari 50+ warna, kami bisa rekomendasikan tempat yang bagus. Berikut Tempat rekomendasi kami:
