Dalam memilih bahan kaos, angka gramasi sering menjadi salah satu hal pertama yang ditanyakan. Ada yang mencari bahan 140 GSM, ada yang merasa lebih aman di 180 GSM, sementara sebagian lainnya justru tidak terlalu mempermasalahkan angkanya selama kain terasa nyaman ketika disentuh.
Kebiasaan seperti ini cukup wajar. Di dunia konveksi, GSM memang sering dipakai untuk menggambarkan karakter sebuah kain. Hanya saja, angka tersebut kadang dipahami terlalu sederhana. Kain dengan GSM tinggi dianggap pasti tebal dan bagus, sedangkan kain dengan GSM rendah dianggap tipis atau kurang berkualitas.
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Mengenal Gramasi Kain dan GSM
Gramasi menunjukkan berat kain dalam luas tertentu. Satuan yang umum digunakan adalah GSM, singkatan dari grams per square meter.
Misalnya sebuah kain memiliki spesifikasi 180 GSM. Artinya, jika diambil kain dengan luas satu meter persegi, beratnya kurang lebih 180 gram.
Informasi ini cukup berguna ketika membandingkan bahan. Produsen kain, garment, dan konveksi menggunakannya sebagai salah satu bagian dari spesifikasi material.
Yang perlu diperhatikan adalah konteksnya. GSM berbicara mengenai bobot kain terhadap luasnya, bukan pengukuran ketebalan kain secara langsung.
Itulah sebabnya angka GSM sebaiknya dibaca bersama informasi lain mengenai bahan.
GSM Atau Gramasi Kain Tidak Bisa Dijadikan Patokan Tunggal untuk Ketebalan
Dua kain yang mempunyai GSM sama belum tentu memberikan rasa yang sama ketika dipegang.
Struktur rajutan, jenis serat, ukuran benang, kerapatan kain, sampai proses finishing dapat membuat karakter keduanya berbeda. Ada bahan yang terasa padat dan kokoh, sementara bahan lain dengan bobot serupa terasa lebih ringan ketika dikenakan.
Kondisi tersebut cukup mudah ditemukan pada bahan pakaian. Katun, polyester, rayon, dan campuran beberapa serat dapat mempunyai karakter yang berbeda walaupun angka gramasi berada pada kisaran yang berdekatan.
Karena itu, ketika memilih kain untuk kaos, saya tidak akan berhenti pada pertanyaan “berapa GSM-nya?”. Sampel fisik tetap penting. Dari sana bisa dilihat bagaimana kain jatuh, bagaimana permukaannya terasa, seberapa rapat rajutannya, dan apakah bahan tersebut sesuai dengan model pakaian yang akan dibuat.

Mengapa Kain dengan Gramasi kain atau GSM Tinggi Tidak Selalu Lebih Bagus?
Anggap saja ada dua kebutuhan yang berbeda.
Sebuah kaos akan digunakan untuk kegiatan luar ruangan di siang hari. Pemakainya tentu membutuhkan pakaian yang nyaman digunakan dalam waktu lama. Bahan yang terlalu berat belum tentu menjadi pilihan yang menyenangkan.
Situasinya berbeda ketika bahan tersebut digunakan untuk hoodie atau pakaian luar. Bobot kain yang lebih tinggi justru bisa dibutuhkan karena desainnya memerlukan struktur yang lebih kuat.
Jadi, tidak ada angka GSM yang bisa disebut sebagai ukuran “paling bagus” untuk semua pakaian. Bahan untuk kaos harian, merchandise, seragam, hoodie, dan outerwear memiliki kebutuhan yang berbeda.
Dalam produksi konveksi, hal seperti ini biasanya baru terasa setelah kain benar-benar dijadikan pakaian. Spesifikasi di lembar bahan penting, tetapi hasil akhirnya tetap perlu dilihat dari penggunaan sebenarnya.
Cotton Combed 24s dan 30s, Apa Hubungannya dengan GSM?
Kalau sering berurusan dengan bahan kaos, istilah 24s dan 30s hampir pasti pernah terdengar.
Cotton Combed 24s dan 30s sama-sama menggunakan bahan cotton combed, tetapi nomor tersebut berkaitan dengan ukuran atau nomor benang (yarn count). Jadi, angka 24s atau 30s tidak sama dengan GSM.
Dalam praktiknya, Combed 24s umumnya menggunakan benang yang lebih besar sehingga kainnya cenderung lebih berat dan terasa lebih tebal dibandingkan Combed 30s. Namun, spesifikasi GSM tidak bisa ditetapkan hanya berdasarkan angka 24s atau 30s.
Setiap produsen kain dapat mempunyai konstruksi dan spesifikasi yang berbeda. Karena itu, kalau sedang menentukan bahan untuk produksi, sebaiknya tanyakan spesifikasi kain dari supplier yang digunakan, bukan mengandalkan istilah 24s atau 30s saja.
Untuk produksi dalam jumlah banyak, sampel menjadi sangat berguna. Satu potong kain yang sudah dicuci bahkan bisa memberikan gambaran tambahan mengenai perubahan tekstur, susut, dan kenyamanannya.
Menentukan Gramasi kain untuk Kebutuhan Kaos
Kebutuhan pemakaian sebaiknya menjadi titik awal.
Untuk kaos harian atau merchandise yang dipakai di daerah dengan cuaca panas, bahan yang terasa ringan dan memiliki sirkulasi udara baik biasanya lebih nyaman. Tidak perlu mengejar GSM tinggi hanya karena ingin mendapatkan kesan “premium”.
Seragam membutuhkan pertimbangan yang sedikit berbeda. Selain kenyamanan, daya tahan terhadap penggunaan berulang, pencucian, dan aktivitas pemakainya perlu diperhatikan. Seragam untuk pekerjaan lapangan tentu memiliki tuntutan yang berbeda dari kaos kerja di dalam ruangan.
Kemudian ada hoodie dan sweater. Pada jenis pakaian ini, bobot kain memang lebih terasa pengaruhnya terhadap bentuk pakaian. Fleece dan Baby Terry, misalnya, mempunyai karakter yang berbeda dari bahan kaos biasa karena struktur dan fungsi kainnya memang berbeda.
Jadi, pemilihan bahan sebaiknya dimulai dari pertanyaan yang lebih praktis: pakaian ini akan digunakan untuk apa, oleh siapa, dan dalam kondisi seperti apa?
Jangan Menentukan Bahan Hanya dari Angka di Katalog
Katalog kain memang membantu mempersempit pilihan. Dari sana kita bisa mengetahui jenis bahan, komposisi, gramasi, warna, dan spesifikasi lainnya.
Tetapi untuk produksi pakaian, ada hal yang tidak bisa sepenuhnya dijelaskan lewat angka.
Rasa kain ketika disentuh. Jatuhnya bahan ketika dikenakan. Tampilan setelah dijahit. Perubahan setelah dicuci. Semua itu baru benar-benar terlihat ketika kain berada dalam bentuk nyata.
Karena itu, untuk pesanan konveksi dalam jumlah besar, meminta sampel sebelum produksi massal merupakan langkah yang sangat masuk akal. Terlebih jika pakaian tersebut akan dipakai sebagai seragam perusahaan, merchandise dalam jumlah besar, atau produk yang akan dijual kembali.
Angka GSM tetap penting. Hanya saja, angka tersebut sebaiknya menjadi bagian dari proses memilih bahan, bukan menjadi satu-satunya alasan untuk menentukan pilihan.
Pada akhirnya, bahan yang tepat adalah bahan yang menghasilkan pakaian sesuai tujuan awalnya. Kaos harian tidak harus berat. Hoodie tidak harus menggunakan bahan yang sama dengan kaos. Dan kain dengan GSM tinggi tidak otomatis lebih unggul daripada kain dengan GSM yang lebih rendah.
Yang dicari bukan angka terbesar, melainkan kecocokan antara bahan, desain, aktivitas pemakai, dan hasil pakaian yang ingin dibuat.
Dimana Bisa mendapatkan Kaos dengan Gramatasi Atau Pilihan GSM yang lengkap?
Penulis bisa memberikan rekomendasi dimana bisa mendapatkan Kaos Favorite dengan Kualitas Premium dan GSM yang lengkap.
Berikut adalah tempat dimana bisa mendapatkan Kaos Polos Maupun Sablon yang bisa kalian coba. Yakin deh Kaos Bagus dan Nyaman.
